7 Panduan Bawa Anak Ke Masjid

Assalamualaikum wbt..

RIndu. Rindu yang amat utk menari-nari di keyboard pc arwah pak usu ini utk menukilkan sesuatu.

Seakan hilang sedikit potensi diri bila lama menyepi dari dunia maya ini tanpa mengarang sesuatu utk perkongsian.

Ok, alhamdulillah saat menulis ini anak-anak sudah lena tidur. Lega. Sebenarnya tadi baru sampai rumah lepas Iftar dan solat tarawih di Masjid Putra. Tapi tak sempat habiskan lagi pun tarawih, dapat buat 4 aja. Arissa menagis tak berenti. huhu.

Panduan ini adalah hasil post mortem dan perbincangan dgn suami macam mana nak handel anak kecil yg dibawa ke Masjid,

1. Keadaan persekitaran Masjid. Pilih masjid yang luas, sejuk, selesa dan ada geng dia. Kenapa pilih yg luas? Nantikan susah nak kejar! Sabar, sebenarnya masjid yg luas akan beri anak keselesaan, kurang menggangu jemaah lain sebab anak ada space utk dia bermain dan gema bunyi kalau anak bising lagi kurang. Sebagai contoh, kami selalu pergi Masjid Putra, Putrajaya. Ada aircond dan mesra kanak-kanak (ada pegawai yang pantau dan tegur anak-anak yg bising).

Lagi satu, kalau dia nak tidur ada ruang yang selesa dan penting juga kena ada geng mcm budak sebaya anak supaya dia tak bosan. Sebab Humaira’ jenis berkawan, dia akan duduk diam dgn kawan2 sambil bermain. Cuma Ibu kenalah sentiasa mengawasi agak anak tidak membuat bising. Jangan biarkan sahaja!

2. Sokongan Suami. This point i give to my husband credit. Thanks abg support 200% untuk isteri dan anak ke masjid. Melatih anak mengenal masjid. Biarlah anak puas bermain* di Masjid supaya bila dah besar dia akan rindu pergi ke rumah-rumah Allah ini. Bila dah besar moga-moga kaki mereka selalu melangkah ke tempat-tempat yang baik. insyaAllah. Tambahan lagi, isteri akan mendpt terapi rohani bila dia berada di Masjid, bila mendengar tazkirah isteri akan lagi dekat dgn Allah.

3. Solat bergilir. Untuk memudahkan kawal anak lebih baik solat bergilir, lebih afdal berilah laluan kpd suami utk dia solat berjemaah. Contoh keadaan di Masjid Putra akan solat dulu then habis solat beratur amik makanan. So suami solat dulu, isteri pegang anak dan bila org habis solat je dan kaunter makanan buka je aku terus serbu. Hehe. lepas tu letak anak kt suami dan isteri pula yg solat, habis solat makan sama2. Tiba ke solat isyak dan tarawih pun mcm tu. Bg suami solat dulu sampai tarawih 8 rakaat dan isteri terus solat dan sambung tarawih. Tadi plan cmtu, tp hari ni Arissa menagis tak renti, so cari suami ajak balik terus lepas buat tarawih 4 rakaat huhu…terima kasih kak asma’ td kebetulan jumpa, dia tlng jagakan Arissa masa aku amik wuduk.

Pinjam telekung kakak sat. hehe

4. Bawa buku dan alat tulis anak. Bawa buku lebih baik dari bawa mainan sebab mainan akan lebih interesting utk attract kawan-kawan anak yg lain utk berebut. Kalau buku dia akan sama-sama conteng tulis dsbg dlm keadaan yg lebih senyap. Tapi tadi tertinggal jawapanya mmg tak reti duk diam la Humaira’. Last last choice, keluarkan Hp dan aku tutup wifi bg dia tgk video tanpa suara. Last2 dia dok berselfie pulak daa

4. Spare air dan makanan ringan dan kering. Penting sgt2 spare air sebab anak mudah haus. Budak-budak suka mengunyah. Humaira’ suka makan kismis. So kena bawakan simpan dalam beg supaya dia tak minta yg bukan-bukan.

5. Kelengkapan anak. Pastikan kelengkapan anak lengkap. Pampers, baju spare, selimut, bantal kecil, susu dll supaya tidak menganggu kelesaan kita dan anak ketika dimasjid.

6. Komunikasi dengan anak. Sentiasa bagi tahu anak yg dia harus sopan, senyap dan tidak berlari-lari di Masjid. Walaupun anak belum pandai bercakap tp dia mendengar apa yg kita bagitahu.

7. Betulkan niat. Niatkan bawa anak ke masjid utk dia mengenal Allah. Dan untuk kita mendekatkan diri pada Allah, dekatkan diri pada Allah dengan mengasuh dan mengenalkan masjid kpd anak juga adlh ibadah. Tidak mengapa tidak dapat solat berjemaah atau tidak dpt buat tarawih bersama imam krn tanpa ilmu pengenalan indahnya Islam kpd anak, kita juga bakal dipersoal.

Wallahu’alam..ini adlh panduan yg ada kurangnya. Jika ada kebaikan jadikan panduan, jika ada kelemahan mhn maaf. Okk. Selamat meneruskan perlumbaan ibadah di bulan Ramadhan kareem ini!

Advertisements

Shine Your Way with Islam!

Salam sinar Islam buat semua. Moga hati-hati kita terus ditetapkan dalam kebaikkan.. Senyumlah walau hati duka, senyumlah tanda kesyukuran atas kenikmatan ^_________________^~

Hari ini suami sy kongsi apa yg beliau dengar dalam khutbah di Masjid Mardi tadi, tentang kata-kata hikmah Erdogan khas untuk Malaysia. Selepas kemenangan Parti Islam di Tunia, Syria, Tukri dan Mesir. Erdogan menunggu dan memandang negara seterusnya di Timur iaitu Malaysia untuk kebangkitan disini.

Rajab Tayyip Erdogan berkata jika Anwar Ibrahim berjaya menjadi Perdana Menteri Malaysia selepas PRU 13 ini maka beliau bercadang akan mula membentuk kembali jaringan negara-negara Umat Islam di bawah Empayar Othmaniah seperti ketika di zaman keagungan empayar tersebut suatu ketikan dahulu..

anwarturkierdoganDari kiri Anwar Ibrahim, Recep Tayyip Erdoğan (Perdana Menteri Turki)  dan Abdullah Gul (Presiden Turki)

Esok penamaan calon utk PRU 13. Saya siswi marhen yang mahu turut serta untuk melihat dengan kaca mata sendiri aksi dan gelagat Politikus tanah air, maka analisis terus dibuat dan keputusan diambil atas kebaikkan. Seorang muslim itu wajib membuat pilihan kearah kebaikkan untuk diri, keluarga, masyrakat dan seterusnya negara.

Yess, so let’s shine your way with Islam. layan lagu Yuna ini. walaupun xde unsur Islamik, tp lirik lagunya sungguh memberi inspirasi! 

Hikmah disebalik kewajipan..

Salam mujahidah buat insan bergelar wanita…perkongsian ini adalah hasil bacaan sy dlm ‘Tuntutan Untuk Perempuan’ coretan dari Bediuzzaman SAID NURSI dalam Risalah an-Nur, beliau menulis pesanan ini tatkala dalam kesakitan tetapi atas dasar tuntutan dan permintaan ummah, beliau menguatkan diri untuk menulis pesanan-pesanannya kepada kaum Hawa..begitu terperinci beliau menghuraikan tuntutan terhadap perempuan serta hikmah disebalik tuntutan-tuntutan tersebut..

Hijab adalah fitrah bagi perempuan sehingga mereka membutuhkannya
-Hikmah Pertama
Perempuan diciptakan dalam kondisi lembut dan lemah. Mereka sadar bahwa mereka membutuhkan keberadaan seorang lelaki yang bisa melindungi mereka dan anak-anak yang sangat mereka cintai lebih dari diri sendiri. Oleh karena itu, perempuan memiliki kecenderungan fitrah untuk membuat dirinya dicintai, tidak dibenci, dan tidak ditolak secara kasar oleh orang lain.

Di samping itu, sekitar 7/10 perempuan, terutama yang tua atau kurang cantik, biasanya enggan untuk memperlihatkan uban atau kekurangan mereka. Mereka mempunyai rasa cemburu yang sangat besar sehingga mereka khawatir kalau ada perempuan cantik lainnya yang mengalahkan mereka atau khawatir kalau dilecehkan dan dicela orang. Karena itu, secara fitrah mereka menginginkan hijab untuk menjaga diri agar tidak dilecehkan orang dan agar tidak dituduh suaminya dengan pengkhianatan. Bahkan kita melihat para perempuan yang sudah berusia lanjut lebih semangat untuk berhijab daripada lainnya.
Barangkali tidak lebih dari dua atau tiga saja dari 10 perempuan remaja cantik yang tidak merasa sungkan untuk memperlihatkan aurat mereka karena seperti yang kita ketahui biasanya manusia tidak suka jika dilihat oleh orang yang tidak ia sukai. Bahkan ketika misalnya ada perempuan cantik yang berpakaian tidak sopan karena ingin dilihat oleh dua atau tiga orang pria yang bukan mahramnya, ia tetap akan keberatan dan merasa risih jika dilihat oleh tujuh atau delapan pria lainnya.

Perempuan cantik yang perangainya tidak rusak, ia sangat tidak suka dilihat oleh pandangan jahat dan pandangan yang menimbulkan efek konkret seperti racun, karena perempuan mempunyai tabiat halus dan sensitif. Bahkan kita mendengar sebagian besar perempuan Eropa yang membuka aurat mengadu ke polisi karena ada orang-orang yang terus menerus memperhatikan mereka. Mereka berkata, “Orang-orang yang hina itu terus menerus mengikuti kami dan mengganggu kami”.
Kesimpulannya adalah bahwa peradaban modern yang mencampakkan hijab betul-betul berlawanan dengan fitrah manusia. Sesungguhnya perintah al-Qur’an untuk berhijab, disamping meru¬pakan fitrah, ia melindungi perempuan yang merupakan sumber kasih sayang dan teman setia abadi bagi suaminya dari kerendahan, kehinaan dan perbudakan secara maknawi, serta kemalangan.

Selain itu, secara fitrah perempuan mempunyai kekhawatiran terhadap pria asing sehingga mereka perlu berhijab sebab kenikmatan yang berlangsung selama sembilan menit menjadi pahit dengan adanya beban untuk mengandung janin selama sembilan bulan, dilanjutkan dengan keharusan memelihara anak yang tak mempunyai ayah selama sembilan tahun. Karena peluang kepada itu sangat besar, perempuan sangat khawatir kepada pria yang bukan mahram dan secara naluri menjauhi mereka. Fitrahnya yang lemah akan mengingatkannya untuk segera melindungi diri dan memakai hijab agar tidak membangkitkan syahwat para pria yang bukan mahramnya dan tidak membuka peluang untuk diganggu. Fitrahnya menunjukkan bahwa hijab merupakan benteng dan parit pengaman.

Hijab kerana menjaga kasih sayang-Hikmah Kedua

Hubungan erat dan kecintaan mendalam antara seorang pria dan perempuan tidak hanya merupakan kebutuhan duniawi. Seorang perempuan tidak hanya menjadi pendamping suami di dunia saja, tetapi ia juga men¬jadi pendampingnya dalam kehidupan yang abadi. Oleh karena itu, ia harus berusaha agar tidak menarik perhatian orang lain pada kecantikan dirinya, selain suaminya yang merupakan sahabat dan pendampingnya. Di samping itu, ia juga harus berusaha agar suaminya tidak terusik, murka, dan cemburu.

Selain itu, dengan keimanannya, hubungan seorang suami mukmin dengan istrinya tidak hanya terbatas pada kehidupan dunia ini dan bukanlah kecintaan yang bersifat sesaat yang terbatas hanya ketika isterinya cantik. Lebih dari itu, hubungan tersebut didasarkan pada cinta dan penghormatan yang serius dan mendasar terhadap isterinya sebagai pendamping hidup hingga pada kehidupan yang abadi. Cinta dan penghormatan tadi terus ada tidak hanya pada masa muda dan cantik, tetapi juga pada masa tua bahkan ketika kecantikan isteri telah sirna. Karenanya, seorang isteri harus mempersembahkan kecantikan dan cintanya hanya kepada suami sebagaimana hal itu merupakan tuntutan fitrah kemanusiaannya. Jika tidak, ia akan kehilangan banyak hal.

Selanjutnya Syariat juga menuntut seorang suami harus sepadan dengan isteri. Artinya, yang satu harus sesuai dan sejalan dengan lainnya. Dalam hal ini, kesepadanan yang terpenting tentunya adalah kesepadanan agama. Betapa bahagianya seorang suami yang melihat isterinya begitu religius sehingga ia pun berusaha mengikutinya dan menjadi orang yang taat agar tidak kehilangan isteri setianya di kehidupan akhirat nanti. Demikian halnya, betapa beruntungnya seorang isteri yang melihat suaminya begitu religius lalu ia tidak ingin kehilangan pendamping setianya itu di akhirat nanti sehingga ia menjadi orang yang bertakwa.

Sebaliknya, sungguh sangat celaka bagi seorang pria yang terjerumus dalam kemaksiatan yang membuatnya kehilangan isteri yang salehah selamanya. Demikian pula sungguh malang seorang isteri yang tidak mencontoh sua¬minya yang bertakwa sehingga ia berpisah dengan pendam¬ping abadinya yang mulia. Sungguh ribuan celaka pula bagi suami isteri yang saling mencontoh keburukan dan kemaksiatan yang ada sehingga keduanya saling menolong menuju neraka.

Hikmah Ketiga

Kebahagiaan keluarga dalam hidup ini bergantung kepada adanya rasa saling percaya, hormat yang tulus, dan cinta di antara suami isteri. Berhias dan memperlihatkan aurat tentu saja merusak kepercayaan, penghormatan, dan kecintaan di antara mereka. Sebab, sembilan dari 10 perempuan yang menampakkan aurat itu akan menjumpai para pria yang lebih ganteng daripada suami me¬reka.

Sementara hanya satu orang yang melihat pria yang kalah ganteng dari suaminya sekaligus tidak ia senangi. Hal yang sama terjadi pada kaum pria. Hanya satu dari dua puluh orang dari mereka yang melihat perempuan yang kalah cantik dari isterinya. Sementara yang lain melihat para perempuan yang lebih cantik daripada isteri mereka. Kondisi ini tentu saja membuka peluang untuk munculnya hasrat kotor di dalam jiwa, selain bisa melenyapkan kecintaan yang tulus dan penghormatan yang ada.

Hal ini disebabkan oleh adanya fitrah manusia yang tidak akan mempunyai pikiran kotor terhadap mahram, saudara perempuan misalnya, karena kemahraman tadi memunculkan sebuah kasih sayang dan kecintaan yang bersumber dari adanya hubungan kekeluargaan. Perasaan mulia itu tentu akan membendung keinginan nafsu syahwatnya. Hanya saja, membuka bagian badan yang tidak boleh dibuka bagi mahram pun, seperti betis, bisa membangkitkan hasrat kotor orang-orang yang berkepribadian buruk.
Wajah mahram menyadarkan akan adanya hubungan kekerabatan dan adanya posisi yang berbeda dengan orang lain.

Tetapi, menyingkap bagian-bagian tubuh yang terlarang seperti betis adalah sama saja berbahaya, baik bagi mahram ataupun bukan, sebab dalam betis tidak ada tanda pembeda yang memberitahukan kemahraman sehingga bisa menyebabkan selera pandangan hewani mahram yang bermartabat rendah bergejolak. Pandangan seperti ini tentu saja merupakan bentuk kejatuhan martabat manusia yang membuat kuduk kita merinding.

Membuka hijab dan berhias tidak memperbanyak pernikahan

Seperti telah diketahui bersama, banyaknya keturunan diinginkan oleh semua orang. Tidak ada satu umat atau bangsa pun yang tidak mendukung banyaknya keturunan. Rasul SAW bersabda: تناكحوا تكثروا فاني أباهي بكم الامم يوم القيامة “Nikah dan perbanyaklah jumlah kalian sebab aku bangga dengan banyak¬nya jumlah kalian di hadapan umat-umat yang lain pada hari Kiamat”.

Membuka hijab dan berhias tentu saja tidak memperbanyak pernikahan, bahkan menguranginya karena betapapun bejatnya seorang pemuda, ia tetap menginginkan pasangan hidupnya suci dan tak ternoda. Ia tidak mau pasangan hi¬dupnya buka-bukaan seperti dirinya. Maka biasanya ia lebih memilih hidup membujang ketimbang menikah sehingga ia dapat terjerumus dalam kemaksiatan.
Sementara itu perempuan tidak seperti pria. Ia tidak bisa leluasa menentukan suaminya. Karena perempuan bertugas mengurus rumah tangga di samping menjaga anak, harta dan semua milik suami, maka sifat paling utama yang melekat padanya adalah setia dan bisa dipercaya. Berhias dan membuka aurat tentu akan merusak kesetiaan tadi dan menggoncangkan kepercayaan suami sehingga sang suami pun akan merasa sakit dan tersiksa.

Bahkan sifat keberanian dan kedermawanan yang merupakan tabiat terpuji bagi pria, jika keduanya terdapat pada perempuan ia dianggap sebagai sifat yang tercela karena kedua sifat itu bisa merusak kepercayaan dan kesetiaan sehingga menjadi akhlak yang buruk. Namun karena tugas suami tidak hanya terbatas pada mempercayakan harta dan mengikat hubungan dengan isteri, tetapi juga melindungi, mengasihi, dan menghormatinya, maka ia tidak seperti isteri, yakni pilihannya tidak terikat hanya pada seorang isteri sehingga bisa menikah dengan perempuan yang lain.

Negara kita tidak bisa dibandingkan dengan negara-negara Eropa. Pada tahap tertentu, di sana kehormatan bisa lebih mudah dijaga dalam keadaaan aurat terbuka daripada di sini. Orang melihat isteri orang lain yang terhormat dengan pandangan kotor, sama saja dengan menyiapkan kafannya sendiri. Disamping itu, tabiat bangsa Eropa adalah dingin (tak acuh) sama seperti iklim mereka. Adapun di Asia, khususnya negara-negara Islam, ia termasuk negara yang bercuaca panas jika dibandingkan dengan Eropa.

Seperti diketahui, kondisi iklim dan lingkungan tersebut sangat mempengaruhi akhlak manusianya. Pada daerah yang dingin dan bagi orang-orang yang ‘dingin’, membuka aurat yang merangsang syahwat bisa jadi tidak sampai menimbulkan tindakan yang melampui batas. Sementara bagi orang-orang sensitif yang cepat terangsang yang tinggal di daerah panas, membuka aurat akan menyebabkan munculnya perbuatan yang melanggar dan melampaui batas.

Berhias dan penampakan aurat yang merangsang hawa nafsu dan syahwat tentu saja bisa memicu timbulnya pelanggaran, lemahnya keturunan, dan rusaknya semua kekuatan. Sebab dengan begitu, seorang pria yang membutuhkan penggunaan hasrat alamiahnya dalam sebulan atau dua puluh hari akan beranggapan bahwa nafsunya harus disalurkan pada setiap beberapa hari. Lalu karena ada penghalang fitri seperti haid yang menghalanginya untuk berhubungan dengan isteri selama kira-kira 15 hari, ia pun akan terjerumus ke dalam perbuatan nista ketika nafsunya sudah mendominasi.

Penduduk kota tidak mesti melepaskan hijab dengan melihat penduduk desa serta orang-orang badui sebab ketika bekerja, penduduk desa harus mengeluarkan tenaga fisik yang kuat untuk mendapatkan penghasilan dan seringkali para perempuannya ikut serta dalam berbagai pekerjaan berat sehingga tubuh keras mereka pun terbuka. Namun pekerja perempuan ini tidaklah tidak menarik perhatian lawan jenis dan merangsang syahwat pria sebagaimana perempuan kota. Karena di desa ada sedikit orang malang yang menganggur, maka kerusakan yang ada di desa tidak melebihi 10% dari apa yang ada di kota. Karenanya, kota tak bisa dibandingkan dengan desa.

#Sekian coretan hasil kopi & pasta risalah an-Nur buat kali ini.. 😛

p/s: Tak ada perempuan yang tidak cantik, semua cantik..cuma ada perempuan yang malas, tapi tak semua yang malas…teringat kata-kata seorang senior dulu ^^,

-Pecah AMANAH Vs Pecah pintu & Pecah tulang-

Sume pecah-pecah ni berlaku berturut2, punca pecah pintu sbb pecah amanah, pastu pecah tulang cerita lain pula..


Aku copy poster ni kt fb pro-M , urmm…menarik sbnrnye, pecah2 ni. Ada maksud yg tersirat disebalik pecah2 ni. Korang bace la kt blog2 n media2 yg rajin cerite bnde ni, aku buat ringkasan je.
http://promahasiswaupm.wordpress.com/2011/03/02/kenapa-tnc-hep-perlu-berbohong/
http://malaysiakini.com/news/156817
http://www.themalaysianinsider.com/bahasa/article/pro-mahasiswa-upm-tuntut-penjelasan-mahu-tnc-minta-maaf/
http://malaysiakini.com/news/156851
dan bnyk lg link2 yg blh dibace..
Aku melihat gelombang itu meledak setelah sekian lama mahasiswa ditindas, sesi lpas 7 org calon MPP Pro-M yg menang dibatalkn pncalonan sbb berkempen gne Fb, kali ni 2 org mahasiswa tdk layak bertnding hnye disebabkn cop-cap dekan…dan 11 org calon yg menang dibatalkn lgi pencalonan atas sbb2 yg xrelevan dan bile diminta bukti pembatalan pencalonan, *** tak dapat tunjukkn bukti yg sebenar, tp sebaliknya bukti2 palsu utk mengaburi mata mahasiswa, maaf aku cakap. Mmg bende ni btul, dan kebatilan tak akan selamat selamanya! BERANI krn BENAR dan TAKUT krn SALAH. Hanya shj org yg bersalah akan berasa takut, maka yg benar pasti mnjadi jawapannya. Ayuh mahasiswa sekalian, usah takut usah gentar!! Berjuanglah hingga yg benar itu berada di tempatnya, tetapkan prinsip bhwa keadilan adalah hak kita yg harus dirasai oleh semua orang.

“Bangkit2x mahasiswa
Bangkit2x… mahasiswa
Mahasiswa sudah bangkit..”

laungan “bangkit2x” semenjak isu pecah2 ni sudah mnjadi satu budaya dlm kalngn mahasiswa UPM, aku pergi gelanggang badminton, dngar budak2 ni sorak “bangkit2x“. lalu sebelah pertndingn kt gelanggang futsal pun dgr “bangkit2x“..hurmm, “bangkit2x” “bangkit2x” “bangkit2x” “bangkit2x” “bangkit2x” “bangkit2x
Jom! bangkit2x.


Pecah TULANG
ni pulak tulang at 2nd metacapal aku kne btulkn… spttnye dari hartu lagi, tp aku mntk postpone dgn doktor…last2, on call 28 Feb 2011 jam 1.00am mase tgh siap2 nk msuk lab buat amali, doktor call suruh dtg hspital utk preparation buat operation esk pagi. Aku patient 1st, huh! shock seketika. biar btul… mntk postpone lagi nnt kne marah plak dgn doktor. Dah solat zohor dan aku mintak dgn Allah agar ape yg buat ni btul, aku buat keputusan, ” Ok doktor, sy dtg pukul 6ptg nnt”… maka bermula lah proses2 pecah tulang.

Dipendekkan cerite

28 Feb

9.00pm-amik darah, cucuk jarum, msuk air dan kne puasa

1 Mac
7.30am-dah kne panggil utk prepare msuk OT
8.30am-kne bius dan aku pengsan x sedar
1.00pm-dgr org pggil2 nama, tp xberdaya nk celik, pening2 lg
2.00pm-kuar bilik OT, msuk balik wad
2.30pm-bru aku stabil dan ramai shbt2 yg dtg.. syukran buat semua…~~

Begtulah ceritanye dan jadinye…
last skali utk peringatan diri ini dan semua.. setiap ape yg berlaku ade hikmah dan kemanisannya. keSABARan dlm menghadapi sesuatu tu sgt2 diperlukan.. Allah menggantikan rasa sakit dgn nikmat ukhuwah yg xmampu dibeli, xternilai harganya. Terima kasih buat shbt2 yg bntu dari awal hgga kuar wad, terutama cik dayah..hu3, maaf bnyk susahkn kalian.. ayat zu, “Dalam persahabatan, klu xsusahkn shbt, bkn sahabat namanye” huhu, sekian arigato…