Keikhlasan seorang muqarrabin

Dimanakah letak kekuatan seorang hamba ahli ikhlas?

Seorang hamba yang ikhlas ternyata memiliki kekuatan ruhiyah yang besar. Seakan-akan menjadi pancaran energy yang melimpah. Keikhlasan seorang hamba Allah dapat dilihat pula dari raut muka, tutur kata, gerak-gerik perilakunya. Kita akan merasa aman dan nyaman bergaul dengan orang yang ikhlas. Kita tidak akan merasa khawatir atau bahkan berprasangka akan ditipu. Hati pun tidak akan dihinggapi rasa curiga akan terkecoh olehnya. Semua itu dikarenakan keberadaan dirinya benar-benar putih tanpa saputan rekayasa sikap dan kata-kata. Perilaku maupun guliran kata-kata dari lisannya tidak ada yang tersembunyi. Betapa tidak? Semua itu dia lakukan karena tidak mengharap apapun dari orang yang dihadapinya. Harapan yang tersemburat dari dasar lubuk hatinya hanyalah bagaimana agar dirinya selalu bias memberikan sesuatu yang terbaik untuk siapapun.

Oleh sebab itu, sungguh akan nikmat sekali bergaul dengan seorang hamba yang ikhlas. Setiap kata-kata yang terucap dari lisannya sekali-kali tidak akan bagai pisau yang mengiris-iris hati. Perilakunya pun tidak akan pernah membuat orang lain merasa terusik dan sempit dada. Selain itu, tidak usah heran jikalau orang yang ikhlas itu punya daya gugah dan daya ubah yang luar biasa dahsyatnya.

***

Di manakah letak kekuatan hamba-hamba Allah yang ikhlas?

Dikisahkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad, sebagai berikut:

Tatkala Allah Swt menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptakan gunung dengan kekuatan yang diberikan kepadanya, ternyata bumi itu diam. Para malaikat pun terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka pun bertanya? “ Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari gunung?”

Allah menjawab, “Ada, yaitu besi” (Kita mafhum bahwa gunung batu pun bias menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakan oleh bulldozer atau sejenisnya yang ternyata terbuat dari besi).

Para malaikat pun kembali bertanya “Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari besi?”

Allah yang Maha Suci menjawab, “Ada, yaitu api” (Besi, bahkan baja menjadi cair, lumer, dan mendidih setelah dibakar bara api).

Bertanya kembali para malaikat, “Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari api?”

Allah yang Maha Agung menjawab, “Ada, yaitu air” (Api membara sedahsyat apapun niscaya akan padam jika disiram oleh air). Kembali bertanya para malaikat.

Allah yang Maha Tinggi dan Maha Sempurnamenjawab, ”Ada, yaitu angin” (Air di samudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung, dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tersimbah dan menghempas karang, atau mengombang-ambingkan kapal dan perahu yang tengah berlayar, tiada lain karena dahsyatnya kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat).

Akhirnya para malaikat pun bertanya pula, “Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?”

Allah Maha Gagah dan Maha Dahsyat kehebatan-Nya menjawab, “Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya”

***

Artinya, orang yang paling hebat, paling kuat, dan paling dahsyat adalah orang yang paling bias menguasai dirinya, sehingga setiap dilakukannya selalu bersih, tulus, dan ikhlas tanpa ada unsure pamer, tanpa keinginan diketahui orang lain. Ini adalah kekuatan yang sangat besar dalam pribadi seorang yang ikhlas. Karena naluri dasar kita sebenarnya selalu rindu akan pujian, penghormatan, penghargaan, ucapan terima kasih, dan sebagainya. Kita pun selalu tergelitik untuk memamerkan segala apa yang ada pada diri kita ataupun segala apa yang bisa kita lakukan. Apalagi kalau yang ada pada diri kita atau yang tengah kita lakukan itu berupa kebaikan.

keIkhlasan...

Karenanya, tidak usah heran, seorang hamba yang ikhlas adalah orang-orang yang mempunyai kekuatan. Sungguh ia tidak akan kalah oleh aneka macam selera rendah, yaitu rindu pujian dan penghargaan. Allahuakbar.

***

Akhirnya, kiranya perlu dikutipkan penjelasan dalam kitab Hikam, karya Syiekh Ibnu Atho’illah, tentang tingkat kedudukan seorang hamba dalam amal perbuatannya. Ada dua jenis derajat kemuliaan seorang hamba ahli ikhlas, yakni hamba Allah yang abrar dan yang muqarrabin.

Keikhlasan seorang abrar adalah apabila amal perbuatannya telah bersih dari riya, baik yang jelas maupun yang tersamar. Sedangkan tujuan amal perbuatannya selalu hanya pahala yang dijanjikan oleh Allah kepada hamba-Nya yang ikhlas. Dan ini terambil dari ayat; “Iyyaka na’ budu” (Hanya kepada-Mu kami menyembah, dan tiada kami mempersekutukan Engkau dalam ibadatku ini kepada sesuatu yang lain).

Adapun keikhlasan seorang muqarrabin ialah menerapkan pengertian kalimat; “La haula wala quwwata illa billah” (Tiada daya dan kekuatan untuk berbuat apapun kecuali dengan pertolongan Allah Azza wa Jalla). Ia merasa bahwa semua amal kebaikannya semata-mata karunia Allah kepadanya, sebab Allah yang memberi hidayah dan taufik. Ini terambil dari ayat; “Iyyaka nasta’in” (Hanya kepada-Mu kami mengharap pertolongan, sebab kami sendiri tidak berdaya).

Dengan kata lain, amalan seorang hamba abrar dinamakan amal lillah, yaitu beramal karena Allah. Sedangkan amalan seorang muqarrabin dinamakan amal billah, yaitu beramal dengan bantuan karunia Allah. Amal lillah menghasilkan sekedar memperhatikan hukum dzahir, sedang amal billah menembus ke dalam perasaan kalbu.

Pantaslah seorang ulama ahli hikmah pernah menasihatkan, “perbaikilah amal perbuatanmu dengan ikhlas, dan perbaikilah keikhlasanmu itu dengan perasaan tidak ada kekuatan sendiri, bahwa semua kejadian itu hanya semata-mata karena bantuan pertolongan Allah saja”.

Tentulah yang memiliki kekuatan dahsyat adalah keikhlasan seorang hamba Allah yang muqarrabin; yang senantiasa mendekatkan dirinya kepada Allah Azza wa Jalla. masya Allah![]

Oleh: Aa Gym – Tanda-tanda Ikhlas Seorang Hamba

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s